PERHATIAN:
Home / My Trip / Asean Trip 2013 / Mengunjungi museum ladang pembantaian sadis Choeung Ek Genocidal Center Phnom Penh

Mengunjungi museum ladang pembantaian sadis Choeung Ek Genocidal Center Phnom Penh

BlogEgi.com, Tujuan pertama yang saya kunjungi selama di Phnom Penh adalah sebuah museum yang menjadi saksi bisu bekas pembantai manusia secara sadis #horor. Setelah saya searching di om Google berikut: KAMBOJA atau Kampuchea merupakan negara di Asia Tenggara yang semula berbentuk Kerajaan di bawah kekuasaan Dinasti Khmer di Semenanjung Indo-China antara Abad Ke-11 dan Abad Ke-14. Rakyat Kamboja biasanya dikenal dengan sebutan Cambodian atau Khmer, yang mengacu pada etnis Khmer di negara tersebut. Negara anggota ASEAN yang terkenal dengan pagoda Angkor Wat ini berbatasan langsung dengan Thailand, Laos dan Vietnam. Sebagian besar rakyat Kamboja beragama Buddha Theravada, yang turun-temurun dianut oleh etnis Khmer. Namun, sebagian warganya juga ada yang beragama Islam dari keturunan muslim Cham.

BlogEgi.com00000012894

Kamboja menghebohkan dunia ketika komunis radikal Khmer Merah di bawah pimpinan Pol Pot berkuasa pada tahun 1975. Saat itu, Pol Pot memproklamirkan Kamboja sebagai sebuah negara baru. Ia menyebut tahun 1975 sebagai “Year Zero”. Segala sesuatunya ingin dibangun dari titik nol. Tanggal 17 April 1975 dinyatakan sebagai Hari Pembebasan (Liberation Day) dari rezim Lon Nol yang buruk dan korup. Ternyata, pembebasan yang dijanjikan Pol Pot justru merupakan awal masa kegelapan bagi rakyat Kamboja.

Nah untuk mengenang tentang tragedi kelam itu maka dibangunlah sebuah museum sejarah bernama Killing Field Choeung Ek yang terletak di jalan Sangkat Cheung Aek, Phnom Penh, Kamboja. Berikut petanya:

Untuk akses kesini agak sulit guys, karena transportasi umum disini masih kurang bagus. Kemarin saya memilih tuk tuk dan menurut saya harganya cukup mahal kalau tidak salah inget saya bayar $15 (bukan per orang tapi untuk one day tour), maksud dari one day tour saya berdiskusi dengan supir tuk tuk untuk tempat wisata mana saja yang akan saya kunjungi dan supirnya akan menunggu dengan setia serta akan mengantar kembali pulang saya hhhe. Tapi untungnya kemarin saya dapat teman dari Vietnam jadi kami share cost dengan dia #alhamdulillah.

BlogEgi.com00000013311

 

Sebelum eksplor kedalam, saya ceritakan dahulu ya sejarahnya yang saya dapatkan dari  website asal-usul.com sebagai berikut guys:

Killing Fields (Ladang Pembantaian)
Masa empat tahun Pol Pot dan Khmer Merahnya berkuasa di Kamboja, adalah masa yang membuat seluruh dunia geger. Khmer Merah berupaya mentransformasi Kamboja menjadi sebuah negara Maois dengan konsep agrarianisme. Rezim Khmer juga menyatakan, tahun kedatangan mereka sebagai “Tahun Nol” (Year Zero). Mata uang, dihapuskan. Pelayanan pos, dihentikan. Kamboja diputus hubungannya dengan luar negeri. Hukum Kamboja juga dihapuskan.

Rezim Khmer Merah dalam kurun waktu tersebut diperkirakan telah membantai sekitar dua juta orang Kamboja. Ada sekitar 343 “ladang pembantaian” yang tersebar di seluruh wilayah Kamboja. Choeung Ek adalah “ladang pembantaian” paling terkenal. Di sini, sebagian besar korban yang dieksekusi adalah para intelektual dari Phnom Penh, yang di antaranya adalah: mantan Menteri Informasi Hou Nim, profesor ilmu hukum Phorng Ton, serta sembilan warga Barat termasuk David Lioy Scott dari Australia. Sebelum dibunuh, sebagian besar mereka didokumentasikan dan diinterogasi di kamp penyiksaan Tuol Sleng.

Penjara S-21 atau Tuol Sleng adalah organ rezim Khmer Merah yang paling rahasia. Pada 1962, penjara S-21 merupakan sebuah gedung SMA bernama Ponhea Yat. Semasa pemerintahan Lon Nol, nama sekolah diubah menjadi Tuol Svay Prey High School.

Tuol Sleng yang berlokasi di subdistrik Tuol Svay Prey, sebelah selatan Phnom Penh, mencakupi wilayah seluas 600 x 400 meter. Setelah Phnom Penh jatuh ke tangan Khmer Merah, sekolah diubah menjadi kamp interogasi dan penyiksaan tahanan yang dituduh sebagai musuh politik. Di “ladang pembantaian” ini, para intelektual diinterogasi agar menyebutkan kerabat atau sejawat sesama intelektual. Satu orang harus menyebutkan 15 nama orang berpendidikan yang lain. Jika tidak menjawab, mereka akan disiksa. Kuku-kuku jari mereka akan dicabut, lantas direndam cairan alkohol. Mereka juga disiksa dengan cara ditenggelamkan ke bak air atau disetrum. Kepedihan terutama dirasakan kaum perempuan karena kerap diperkosa saat diinterogasi.

Setelah diinterogasi selama 2-4 bulan, mereka akan dieksekusi di Choeung Ek. Sejumlah tahanan politik yang dinilai penting ditahan untuk diinterogasi sekitar 6-7 bulan, lalu dieksekusi.

killing fields kamboja
Haing S Ngor yang masa itu berprofesi sebagai seorang dokter adalah segelintir intelektual yang berhasil lolos dari buruan rezim Khmer Merah. Haing dianugerahi Piala Oscar tahun 1984 atas perannya di film “The Killing Fields”. Dalam film itu, ia memerankan tokoh Dith Pran, jurnalis Kamboja yang selamat dari pembantaian. Namun malang, Haing tewas terbunuh di kediamannya di Los Angeles, AS, ketika melawan perampokan yang dilakukan tiga pecandu narkoba pada 1996.

Intervensi Vietnam
Pada tanggal 25 Desember 1978, setelah beberapa pelanggaran terjadi di perbatasan antara Kamboja dan Vietnam, tentara Vietnam menginvasi Kamboja. Tanggal 7 Januari 1979, pasukan Vietnam menduduki Phnom Penh dan menggulingkan pemerintahan Pol Pot. Pemerintahan boneka lalu dibentuk di bawah pimpinan Heng Samrin, mantan anggota Khmer Merah yang telah membelot ke Vietnam. Namun pemerintahan baru ini tidak diakui oleh negara-negara Barat. Sementara Pol Pot dan para pengikutnya lari ke hutan-hutan dan kembali melakukan taktik gerilya dan teror. Pol Pot yang bernama asli Saloth Sar akhirnya meninggal di tengah hutan pada 15 April 1998 karena serangan jantung.

Menuju Perdamaian
Pada tahun 1982, Tiga kelompok (faksi) yang masih bertahan di Kamboja yaitu Khmer Merah, dan Front kemerdekaan nasional, netral, kedamaian dan kerja sama Kamboja (FUNCINPEC) pimpinan Pangeran Sihanouk, serta Front nasional kebebasan orang-orang Khmer yang dipimpin oleh perdana menteri yang terdahulu yaitu Son Sann, membentuk koalisi yang bertujuan untuk memaksa keluar tentara Vietnam. Tahun 1989, tentara Vietnam akhirnya mundur dari Kamboja.

Tahun 1992, PBB (UNTAC), mengambilalih sementara pemerintahan negara ini. Tahun berikutnya, PBB menggelar pemilu demokratis yang dimenangkan oleh FUNCINPEC. Faksi ini kemudian membentuk pemerintahan koalisi bersama Partai Rakyat Kamboja (CPP) pimpinan Hun Sen.

Sekarang, Kamboja telah berkembang pesat berkat bantuan dari negara-negara asing. Negara ini bahkan telah menggelar persidangan terhadap seorang mantan pemimpin Khmer Merah atas dakwaan melakukan kejahatan terhadap kemanusiaan. Rakyat di kota dan desa juga telah hidup tenang walaupun dihantui bahaya ranjau darat yang masih banyak bertebaran di seluruh penjuru negeri. Ahh, malangnya nasibmu Kamboja.

BlogEgi.com00000013116

Untuk masuk kedalam museum ini dikenakan tiket masuk sebesar $20 per orang, nanti setelah membayar kita akan diberikan sebuah alat audio+ headset lengkap dengan brosur panduan dengan berbagai bahasa, karena bahasa Indonesia belum tersedia maka saya pilih bahasa inggris hikz hikz hikz.

BlogEgi.com00000013115

Cara menggunakan alat audionya harus dibarengin dengan baca brosurnya. Jadi didalam brosur itu ada peta musemnya dan point tempat yang sudah diberi nomor jalur, jadi kita tinggal ikutin jalur semuanya, misal kita lagi di point tempat nomor 1 maka pada alat audionya tekan tombol 1 nanti diceritakanlah sejarah pada point tempat nomor satu itu guys. Berikut saya berikan peta besar dari ringkasan brosur itu ya:

xas

Serukan guys, jadi kita benar- benar akan dijelasin semua sejarahnya lewat alat audio itu, tapi jangan sampai sedih atau nangis ya mendengar ceritanya. Soalnya sumpah sadiiss banget guys, saya aja sampai merinding mendengarnya.

Choeung Ek, yang awalnya lokasi pemakaman warga Tionghoa, berada di kawasan seluas sekitar 2,5 hektare. Sebetulnya, “ladang pembantaian” Choeung Ek berada di sebuah lahan terbuka yang sangat luas. Tetapi setelah dilakukan penggalian kuburan massal, Pemerintah Kamboja menetapkan bahwa ladang pembantaian itu berada di lokasi seluas 2,5 hektare. Setelah jatuhnya rezim Pol Pot pada 1979, ada 86 dari total 129 kuburan massal di Choeung Ek berhasil digali. Sebanyak 8.985 mayat ditemukan di lokasi kuburan massal tersebut.

Cabikan pakaian korban pembantaian hingga kini masih tampak menyembul di sela-sela tanah. Rumput-rumput liar menyelimuti permukaan tanah yang dipenuhi cerukan-cerukan bekas kuburan. Serpihan tulang mudah ditemukan, bertebaran di seantero lahan. Pakaian para korban eksekusi yang lusuh dan lapuk dibiarkan teronggok di bawah pepohonan. Situasi memang tidak diubah agar pengunjung dapat menangkap atmosfer yang memilukan.

BlogEgi.com00000013104

Pada akhirnya, kita akan berakhir di memorial stupa, disana berisi kerangka tulang belulang tengkorak para korban #prayForThem.

BlogEgi.com00000013094

Pada  bagian inilah puncak bulu kuduk saya merinding semerindingnya guys, semoga para korban dapat diterima segala amal dan ibadahnya #amin. Saya sudah mengumpulkan foto- foto dokumentasi pribadi saya menjadi sebuah slideshow dibawah ini guys:

Next Prev
BlogEgi.com00000013087
BlogEgi.com00000012873
BlogEgi.com00000012877
BlogEgi.com00000013094
BlogEgi.com00000012870
BlogEgi.com00000012870
BlogEgi.com00000012875
BlogEgi.com00000012882
BlogEgi.com00000012886
BlogEgi.com00000012889
BlogEgi.com00000012888
BlogEgi.com00000012890
BlogEgi.com00000012892
BlogEgi.com00000012893
BlogEgi.com00000012895
BlogEgi.com00000012902
BlogEgi.com00000012913
BlogEgi.com00000012917
BlogEgi.com00000012918
BlogEgi.com00000012919
BlogEgi.com00000012920
BlogEgi.com00000012923
BlogEgi.com00000012929
BlogEgi.com00000012930
BlogEgi.com00000012931
BlogEgi.com00000012932
BlogEgi.com00000012924
BlogEgi.com00000012925
BlogEgi.com00000012926
BlogEgi.com00000012927
BlogEgi.com00000012928
BlogEgi.com00000013099
Next Prev

Semoga tidak ada lagi kejadian serupa di muka bumi ya, karena damai itu indah. FYI artikel ini sudah disesuaikan hingga tahun 2016.

Egioto

About Egi Fahridho A

I always wonder why birds stay in the same place when they can fly anywhere on the earth. Then I ask myself the same question. Please be a traveler, not a tourist. Try new things, meet new people, and look beyond what’s right in front of you. Those are the keys to understanding this amazing world we live in. I’m in love with traveling.

Cek Juga Guys

Tiket promo KL ke Iran (My Persia Kaukasus Trip is coming) hanya 2 jutaan PP

BlogEgi.com, banyak orang bilang “I Hate Monday” tapi tidak berlaku buat saya, karena saya mendapatkan …

2 comments

  1. Sebegitu kejamkan sejarah yang dialami rakyat kamboja? jadi pengen kesana juga

Komentar yuk, ketik dibawah: