PERHATIAN:
Home / My Trip / Asean Trip 2013 / Pengalaman pertama membuat passport di imigrasi Bandung

Pengalaman pertama membuat passport di imigrasi Bandung

BlogEgi.com, Passport adalah syarat wajib yang harus dimiliki oleh setiap warga negara seluruh dunia untuk berkelana ke luar negeri. Dikarenakan saya sudah memberanikan diri untuk membeli tiket pergi dengan rute antar negara berarti saatnya saya untuk membuat passport guys.

Ada yang tanya ke saya, “Belum punya passport kok sudah bisa membeli tiket penerbangan rute luar negeri sih?” yup, saya jawab ya, itu tergantung kebijakan maskapai masing- masing. Ada yang saat membeli tiket rute luar negeri diwajibkan mengisi data passportnya dalam hal ini berarti mau tidak mau penumpang harus sudah memiliki passport tapi untungnya ada juga maskapai yang tidak perlu mengisi data passportnya saat membeli tiket itu dan yang perlu digaris bawahi, tidak perlu passport hanya saat membeli tiket ya guys dan tetep harus mempunyai passport saat Anda akan berangkat guys. Tuh kurang baik apalagi maskapai si baju merah saya sebut saja lah ya namanya: AirAsia, kebijakan ini sudah saya cek masih valid per Februari 2016.

Hal diataslah yang memotifasi saya untuk segera memiliki passport guys, saya googling untuk mengetahui dokumen apa saja yang perlu saya siapkan, sesuai informasi yang saya dapatkan pada website resmi keimigrasian Indonesia diantaranya sebagai berikut (persyaratan sudah disesuaikan per Februari 2016):

  1. Bagi warga negara Indonesia yang berdomisili atau berada di wilayah Indonesia, permohonan Paspor biasa diajukan kepada Menteri atau Pejabat Imigrasi yang ditunjuk pada kantor Imigrasi setempat dengan mengisi aplikasi data dan melampirkan dokumen kelengkapan persyaratan yang terdiri atas:
    • kartu tanda penduduk yang masih berlaku atau surat keterangan pindah keluar negeri;
    • kartu keluarga;
    • akta kelahiran, akta perkawinan atau buku nikah, ijazah, atau surat baptis;
    • surat pewarganegaraan Indonesia bagi Orang asing yang memperoleh kewarganegaraan Indonesia melalui pewarganegaraan atau penyampaian pernyataan untuk memilih kewarganegaraan sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan;
    • surat penetapan ganti nama dari pejabat yang berwenang bagi yang telah mengganti nama; dan
    • Paspor biasa lama bagi yang telah memiliki paspor biasa.
  2. Dokumen kelengkapan persyaratan sebagaimana dimaksud pada poin 1 point ketiga harus dokumen yang memuat:
    • Nama
    • Tanggal lahir
    • Tempat lahir dan
    • Nama orang tua
  3. Dalam hal dokumen sebagaimana dimaksud pada poin 1 huruf c tidak memuat data sebagaimana dimaksud pada poin 2, permohonan dapat melampirkan surat keterangan dari instansi yang berwenang.

Setelah mengetahui semua persyaratan yang harus dipenuhi, karena tujuan saya wisata maka saya memilih untuk membuat passport biasa dengan 48 halaman jangan yang 24 halaman ya guys walau harganya lebih murah sedikit dengar- dengar passport 24 halaman segera dihapus CMIIW.

Semua berkas dokumen saya penuhi, saat tahun 2013 pembuatan passport secara online masih belum familiar ditelinga masyarakat Indonesia jadi saya memilih secara manual. Sesuai informasi yang saya baca, saya datang sebelum jam 7 pagi untuk mendapatkan  no antrian kecil. Saya mengajukan pemohonan di kantor imigrasi kota Bandung.

Jam 08.00 pintu imigrasi mulai dibuka bertanda pelayanan segera dimulai, langsung saya mengambil no antrian A dan tentunya menunggu didalam guys hhhe.

Antrian saya dipanggil di jam 10 guys, setelah diverifikasi oleh petugasnya ternyata saya lolos dan disuruh datang 3 hari kemudian untuk sesi wawancara #Alhamdulillah, setelah beres saya langsung pulang aja.

Tidak kerasa sudah tiga haru berlalu hhhaa, saya pun datang kembali pagi- pagi ke kantor imigrasi Bandung, seperti biasa saya disapa hangat oleh om satpamnya hheee, dan diberi nomor antrian B. Untuk proses kedua ini saya dipanggil sekitar jam 9an dan saya disuruh masuk ke ruangan sesi wawancara. Di dalam ruangan itu terdapat kaya dua sekat gitu guys, satu sekat bagian khusus foto langsung dan sekat satunya bagian verifikasi dokumen sekaligus wawancara.

Pertama kali saya ke sekat foto langsung itu, disana lengkap ada aneka jas, sisir, kaca, dll. duduk manis aja didepan kamera SLR crek crek jadi deh, kita disuruh lanjut ke sekat sebelahnya.

Di sekat kedua saya ditanya, “Mau kemana mas?”, saya jawab aja ke Vietnam. “Ngapain kesana?”, jalan- jalan aja mas. Udah gitu aja langsung saya dikasih kertas pengambilan dikeesokan harinya.

FYI: untuk proses kedua diusahakan menggunakan pakaian formal ya guys, supaya lebih kece saat difoto dan lebih meyakinkan petugas imigrasinya.

23 April pun telah tiba, akhirnya saya datang lagi untuk ketiga kalinya dan lagi- lagi saya disapa oleh satpam yang sama hhhee. Kali ini saya diberi antrian C. Pada proses ini cukup cepat karena pemohon tinggal ambil saja diloket yang sudah disiapkan tanpa ada ba…bi…bu…be…bo… lagi guys. Benar saja jam 8 lewat antrian saya langsung dipanggil, dan voilaaaa passport pertama saya beres #seneng deh.

Yasudah saya langsung pulang, dan melanjutkan menyiapkan persiapan Asean Trip saya. Untuk Anda, apakah Anda sudah punya passport?

Egioto

About Egi Fahridho A

I always wonder why birds stay in the same place when they can fly anywhere on the earth. Then I ask myself the same question. Please be a traveler, not a tourist. Try new things, meet new people, and look beyond what’s right in front of you. Those are the keys to understanding this amazing world we live in. I’m in love with traveling.

Cek Juga Guys

Tiket promo KL ke Iran (My Persia Kaukasus Trip is coming) hanya 2 jutaan PP

BlogEgi.com, banyak orang bilang “I Hate Monday” tapi tidak berlaku buat saya, karena saya mendapatkan …

Komentar yuk, ketik dibawah: